Kanada dan China Perkuat Barisan Produsen
Kanada menunjukkan taringnya di peringkat keempat dunia dengan total produksi mencapai 5,6 juta barel per hari. Sementara itu, China menyusul di posisi kelima dengan angka produksi sebesar 4,9 juta barel.
Tiongkok terus meningkatkan kapasitas produksinya demi memenuhi kebutuhan energi domestik yang sangat besar bagi industrinya. Munculnya kekuatan dari Amerika Utara dan Asia ini membuktikan diversifikasi sumber energi dunia semakin nyata.
Persaingan Ketat Irak Hingga Uni Emirat Arab
Irak menduduki peringkat keenam dunia dengan total produksi minyak bumi sebesar 4,4 juta barel. Brazil menyusul di posisi ketujuh dengan mencatatkan angka produksi mencapai 4,2 juta barel secara konsisten.
Uni Emirat Arab dan Iran bersaing sangat ketat pada posisi kedelapan dan kesembilan dengan angka 4,1 juta barel. Kuwait menutup daftar sepuluh besar produsen dunia dengan mencatatkan produksi sebesar 2,9 juta barel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Waspadai 4 Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia
Strategi Ketahanan Energi Nasional Indonesia
Indonesia sebagai salah satu konsumen energi besar terus melakukan strategi diversifikasi impor minyak mentah dari berbagai negara. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pasokan pada satu wilayah tertentu di tengah gejolak pasar.
Pemerintah berupaya memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman dan stabil setiap saat demi kepentingan masyarakat. Keberagaman sumber pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga roda ekonomi nasional tetap berputar secara maksimal.
(*Sr)
















