Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Dominasi kawasan Timur Tengah dalam peta energi global kini menghadapi pergeseran besar seiring meningkatnya produksi dari benua lain. Amerika Serikat saat ini mengukuhkan posisinya di garis depan sebagai produsen minyak terbesar di dunia.
Laporan tahunan dari GlobalFirepower pada tahun 2023 menunjukkan angka produksi yang sangat signifikan dari negara Paman Sam tersebut.
Amerika Serikat mencatatkan total produksi hingga 20,9 juta barel secara kolektif setiap harinya.
Baca Juga: Kapal Tanker Minyak Qatar Dihantam Rudal Jelajah Iran, 21 Awak Berhasil Dievakuasi Selamat
Arab Saudi Menempati Posisi Kedua Dunia
Raksasa energi dari kawasan Teluk, Arab Saudi, menempati urutan kedua dalam daftar produsen global menurut data GlobalFirepower. Kerajaan ini memproduksi sekitar 11,1 juta barel minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Posisi ini menjadikan Arab Saudi tetap sebagai pemain kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Mereka memegang peranan vital dalam menentukan arah kebijakan pasokan minyak mentah secara global.
Rusia Bertahan di Peringkat Ketiga Global
Rusia mencatatkan angka produksi sebesar 10,8 juta barel meskipun menghadapi berbagai dinamika geopolitik yang kompleks. Negara ini terus menjadi pemasok utama kebutuhan bahan bakar bagi banyak negara di berbagai belahan dunia.
Kekuatan energi Rusia bersama Amerika Serikat dan Arab Saudi membentuk tiga besar penguasa pasar minyak saat ini. Ketiganya secara kolektif mengontrol sebagian besar pasokan energi yang mengalir ke pasar internasional.
















