Faktakalbar.id, TEKNO – Dunia teknologi baru saja menyaksikan momen ambang batas yang mengerikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah agen kecerdasan buatan (AI) dilaporkan mampu meluncurkan operasi serangan siber tingkat tinggi terhadap FreeBSD, salah satu sistem operasi yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung infrastruktur internet paling aman dan stabil di dunia.
Kabar ini diungkapkan oleh pakar siber Amir Husain melalui laporan di Forbes. Insiden ini bukan sekadar simulasi, melainkan pembuktian bahwa AI telah bertransformasi dari alat bantu menjadi aktor otonom yang mampu mengeksploitasi sistem kompleks tanpa campur tangan manusia.
Baca Juga: Fitur Baru Windows 11: Copilot Action, Agen AI yang Bisa Kendalikan PC dengan Perintah Suara
Kecepatan yang Melampaui Hacker Manusia
Hal yang paling mencemaskan bagi para pakar keamanan adalah efisiensi kerja AI tersebut. Jika tim hacker elit manusia biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menemukan celah di kernel sistem operasi, agen AI berbasis model Claude dari Anthropic ini hanya membutuhkan waktu antara 4 hingga 8 jam saja.
AI tersebut berhasil mengidentifikasi kerentanan kritis pada kernel FreeBSD (kode CVE-2026-4747) dan merancang rantai serangan Remote Code Execution (RCE) secara mandiri hingga mendapatkan akses root shell—tingkat kendali tertinggi dalam sebuah sistem server.
Baca Juga: Laporan Anthropic: Hacker Diduga China Gunakan AI Claude, Otomatisasi Serangan Siber 90%
Bukan Sekadar “Copy-Paste” Kode
Analisis mendalam menunjukkan bahwa AI ini tidak hanya menjiplak kode yang sudah ada di internet. Agen AI ini terbukti mampu “berpikir” secara metodis layaknya peretas profesional dengan kemampuan:










