“Di wilayah dengan ketinggian seperti ini, cuaca adalah tantangan pertama. Kabut bisa turun kapan saja. Oleh karena itu, setiap pergerakan pesawat bersayap tetap (fixed wing) maupun helikopter (rotary wing) harus dipandu dan diamankan secara maksimal,” ujar Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido.
Untuk mengantisipasi situasi darurat, sistem pengamanan di area Bandara Sinak Papua Tengah diterapkan secara berlapis. Sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik TNI disiagakan di pinggir landasan.
Baca Juga: Tembus Medan Sulit, TNI AU Terjunkan Pasukan Khusus ke Lokasi Jatuhnya ATR 42-500
Seluruh prajurit yang bertugas juga dilengkapi dengan perlengkapan tempur standar dan alat komunikasi yang terhubung dengan pusat komando setiap kali ada jadwal penerbangan pesawat sipil maupun militer.
Fasilitas bandara perintis ini terpantau melayani aktivitas bongkar muat logistik di area apron secara rutin.
Sistem pengamanan yang melibatkan instansi militer ini memberikan jaminan keselamatan bagi para kru pesawat, yakni pilot dan kopilot, yang harus mendarat di landasan dengan tingkat kemiringan dan kondisi angin pegunungan yang sulit diprediksi.
Kehadiran aparat TNI memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sipil di wilayah pelosok Papua Tengah tetap terpenuhi secara optimal.
(*Red)











