“Metode yang digunakan adalah model ADDIE yang memungkinkan proses sistematis, kolaboratif, dan terukur. Sebenarnya, game ini selain untuk SD kelas tinggi (4, 5, 6) bisa dipakai juga untuk jenjang SMP kelas 1 atau 7,” jelas Ibda.
Rois Saifuddin Zuhri menambahkan secara teknis bahwa materi dalam game akan disesuaikan dengan masukan dari maestro tari, termasuk penambahan animasi yang mampu membacakan teks agar lebih menarik bagi siswa.
Proyek ini nantinya akan menghasilkan prototipe edugame, buku panduan, laporan evaluasi, hingga sertifikat hak cipta. Melalui kolaborasi dengan tokoh adat seperti Marsianus Kodim dan maestro tari Bapak Indung, Gariskoyak diharapkan menjadi media pelestarian budaya yang relevan bagi generasi digital.
Baca Juga: Dishub Beri Waktu 6 Bulan Pemilik Odong-odong di Singkawang Beralih ke Roda Empat
(Mira)
















