Faktakalbar.id, SINGKAWANG — Pelestarian budaya lokal kini menemukan jalan baru melalui media interaktif di sekolah.
Merespons ancaman kepunahan seni tradisional, tiga peneliti yaitu Herwulan Irine Purnama (Kepala SDN 35 Pontianak Selatan), Hamidulloh Ibda (Rektor Inisnu Temanggung), dan Rois Saifuddin Zuhri (Guru SD Muhammadiyah Condongcatur) mengembangkan game edukatif bernama “Gariskoyak”.
Proyek inovatif ini mengangkat seni Tari Koncong Dayak Salako sebagai konten utama.
Pengembangan game tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui kategori penciptaan karya kreatif inovatif tahun 2026.
Sebagai langkah awal, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemetaan Kebutuhan Budaya, Analisis Masalah, dan Content Mapping untuk Pengembangan Edugame Gariskoyak” pada Sabtu (4/5/2026) di Singkawang.
Baca Juga: Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Tewas di Dalam Rumah di Singkawang Tengah
Kegiatan ini melibatkan tokoh adat, seniman, hingga pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang.
Herwulan Irine Purnama selaku Ketua Tim Peneliti menegaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar memindahkan gerakan tari ke layar ponsel atau komputer, melainkan upaya penggalian nilai-nilai filosofis yang mendalam.
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Tujuan kami adalah menggali nilai-nilai filosofis, historis, serta elemen penting dalam Tari Koncong Dayak Salako yang harus dipertahankan dalam proses digitalisasi ke dalam game edukasi,” ujar Herwulan saat membuka FGD.
Ia juga menekankan pentingnya menentukan batasan budaya agar keaslian kearifan lokal Dayak Salako tetap terjaga meskipun telah dikemas dalam format teknologi modern.
Sementara itu, Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa pengembangan game ini menggunakan metode penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Alur yang sistematis dan kolaboratif ini melibatkan akademisi, praktisi budaya, dan komunitas lokal secara terukur.
















