Abaikan Keluhan Sopir Soal Sistem Pengereman, Perusahaan Bus Terkait Kecelakaan di Sanggau Diselidiki

Kondisi bus yang mengalami kecelakaan tragis di turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, diduga kuat akibat kelalaian teknis terkait fungsi pengereman yang diabaikan.
Kondisi bus yang mengalami kecelakaan tragis di turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, diduga kuat akibat kelalaian teknis terkait fungsi pengereman yang diabaikan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Fakta mengejutkan terungkap di balik tragedi kecelakaan lalu lintas tunggal yang merenggut satu korban jiwa dan melukai 27 penumpang di turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026).

Insiden bus rem blong di Sanggau ini diduga kuat terjadi akibat adanya unsur kelalaian dari pihak perusahaan transportasi yang mengabaikan peringatan kerusakan teknis dari para pengemudinya.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Bus DAMRI di Sanggau Akibat Rem Blong: Sopir Sempat Lapor Perusahaan

Berdasarkan penelusuran kronologis, masalah pada bus Mercedes-Benz bernomor polisi KB 7710 S tersebut sebenarnya telah terdeteksi sejak Jumat (3/4/2026).

Saat itu, bus dikemudikan oleh sopir bernama Sandi dengan rute Terminal Ambawang menuju Sambas.

Sandi secara tegas mengaku telah menyampaikan laporan kepada pihak perusahaan bahwa sistem rem kendaraan mengalami gangguan dan tidak dalam kondisi baik.

Meskipun laporan kerusakan telah masuk, pihak perusahaan tetap memutuskan untuk mengoperasikan bus tersebut keesokan harinya, Sabtu (4/4/2026), untuk membawa 11 penumpang menuju Terminal Sidomulyo di Pinoh.

Sebelum berangkat, sopir sempat kembali menanyakan kelayakan sistem pengereman, namun perusahaan bersikeras menyatakan bahwa kendaraan sudah siap jalan tanpa kendala. Dalam perjalanan menuju Pinoh, sopir terpaksa melaju sangat hati-hati karena kembali mengeluhkan pengereman yang tidak maksimal.

Puncak kelalaian ini terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Bus kembali diberangkatkan dari Pinoh menuju Terminal Ambawang dengan dikemudikan oleh Indra (27), membawa 31 penumpang.