“Waspadai hujan yang terjadi berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat,” tulis peringatan BMKG mengenai kondisi cuaca Kalimantan Barat pada hari Minggu ini.
Fenomena cuaca ekstrem dalam durasi singkat ini kerap memicu sejumlah dampak lanjutan. Masyarakat di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Pontianak dan Singkawang diminta untuk mengantisipasi potensi genangan air di kawasan dataran rendah.
Selain itu, potensi dahan patah atau pohon tumbang, serta menurunnya jarak pandang secara drastis, menjadi ancaman serius yang patut diwaspadai oleh para pengguna jalan raya.
Jika melihat tren data prakiraan BMKG untuk sepekan ke depan (5-11 April 2026), intensitas curah hujan diprediksi akan mulai mengalami penurunan dan bergeser ke kategori hujan ringan mulai hari Senin (6/4/2026).
Meski demikian, pola cuaca masih bersifat fluktuatif di mana hujan sedang bisa sewaktu-waktu kembali melanda beberapa daerah.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum merencanakan aktivitas luar ruangan. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat kabupaten dan kota juga diharapkan menyiagakan sarana dan prasarana mitigasi bencana.
Langkah kesiapsiagaan ini dinilai sangat esensial guna merespons dengan cepat setiap laporan kejadian darurat di tengah dinamika cuaca yang mudah berubah.
(*Red)
















