Faktakalbar.id, TEKNO – Kendala utama pengguna mobil listrik, yakni durasi pengisian daya yang lama, tampaknya akan segera teratasi. Perusahaan otomotif raksasa asal China, BAIC (Beijing Automotive Group), baru saja memperkenalkan terobosan teknologi baterai jenis sodium-ion yang diklaim mampu terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 11 menit.
Loncatan teknologi ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi pengisian cepat 4C.
Secara teknis, ini berarti proses pengisian daya mampu berlangsung hingga empat kali lebih cepat dibandingkan standar pengisian baterai mobil listrik pada umumnya.
Baca Juga: Gandeng Yamaha, Caterham Siap Produksi Mobil Sport Listrik “Project V” pada 2025
Tangguh di Suhu Ekstrem
Selain kecepatan pengisian, keunggulan utama baterai sodium-ion buatan BAIC adalah ketahanannya terhadap cuaca ekstrem.
Berbeda dengan baterai lithium konvensional yang sering melemah di suhu dingin, baterai ini tetap stabil pada rentang suhu -40°C hingga 60°C.
Dalam pengujian internal, pada suhu beku -20°C, baterai ini masih mampu mempertahankan hingga 92% dayanya.
Bahkan, komponen ini terbukti tetap aman dan stabil hingga suhu panas mencapai 200°C.
Hal ini menjadi solusi krusial bagi pengguna mobil listrik yang tinggal di wilayah dengan perubahan iklim ekstrem.
Perbandingan Kepadatan Energi
Meskipun unggul dalam kecepatan dan ketahanan suhu, teknologi sodium-ion masih memiliki tantangan pada aspek kepadatan energi. Berikut adalah perbandingannya:
















