Sering Berpindah Tanggal, Ini Alasan Kenapa Waktu Jumat Agung Selalu Berubah Setiap Tahun

"Pernah penasaran mengapa Jumat Agung tidak punya tanggal tetap? Simak penjelasan mengenai hitungan fase bulan dan ekuinoks yang menentukan tanggal hari suci ini."
Pernah penasaran mengapa Jumat Agung tidak punya tanggal tetap? Simak penjelasan mengenai hitungan fase bulan dan ekuinoks yang menentukan tanggal hari suci ini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Berbeda dengan perayaan Natal yang selalu jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya, peringatan Jumat Agung dan Paskah selalu berubah-ubah tanggalnya.

Fenomena ini sering kali membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa hari suci umat Kristiani ini tidak memiliki tanggal yang tetap dalam kalender masehi.

Penentuan tanggal Jumat Agung sebenarnya mengikuti perhitungan kuno yang sangat spesifik dan melibatkan pengamatan fenomena alam.

Berikut adalah penjelasan ilmiah dan historis di balik tanggal Jumat Agung yang selalu berpindah:

Baca Juga: Tetap Sukacita, Ini 5 Hal Bermakna yang Bisa Kamu Lakukan Saat Paskah dan Jauh dari Keluarga

1. Mengikuti Kalender Bulan (Lunar Calendar)

Dasar utama penentuan Paskah dan Jumat Agung bukanlah kalender matahari yang kita gunakan sehari-hari, melainkan kalender bulan. Tradisi ini berakar dari hari raya Paskah Yahudi (Passover) yang menggunakan perhitungan fase bulan.

Karena siklus bulan tidak sama persis dengan siklus matahari, maka tanggalnya pun akan bergeser setiap tahun dalam kalender masehi.

2. Aturan Vernal Equinox

Secara historis, Gereja telah menetapkan aturan bahwa Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah vernal equinox.

Vernal equinox adalah momen ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret.

Jumat Agung kemudian ditarik mundur dua hari sebelum hari Minggu Paskah tersebut.

3. Keputusan Konsili Nicea

Pada tahun 325 Masehi, para pemimpin Gereja berkumpul dalam Konsili Nicea untuk menyeragamkan waktu perayaan Paskah di seluruh dunia.

Mereka memutuskan agar Paskah tidak lagi bergantung pada kalender Yahudi secara langsung, melainkan menggunakan perhitungan astronomi sendiri agar seluruh umat Kristiani bisa merayakannya secara serentak di hari Minggu.