Melatih Kendali Diri, Ini 5 Pantangan Paskah yang Umum Dijalankan Umat Kristiani

"Menjalani masa Prapaskah dengan khidmat? Simak 5 pantangan Paskah mulai dari pantang daging hingga menahan diri dari hiburan untuk refleksi iman yang mendalam."
Menjalani masa Prapaskah dengan khidmat? Simak 5 pantangan Paskah mulai dari pantang daging hingga menahan diri dari hiburan untuk refleksi iman yang mendalam. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perayaan Paskah bagi umat Kristiani bukan sekadar tentang kemeriahan telur warna-warni atau liburan panjang.

Paskah adalah puncak dari masa pertobatan yang disebut Masa Prapaskah. Dalam tradisi gereja, khususnya Katolik dan beberapa denominasi Kristen lainnya, terdapat beberapa aturan atau “pantangan” yang dijalankan sebagai bentuk disiplin rohani.

Pantangan ini bertujuan untuk melatih pengendalian diri dan memfokuskan hati pada pengorbanan Yesus Kristus. Berikut adalah 5 pantangan Paskah (Masa Prapaskah hingga Tri Hari Suci) yang umum dijalankan:

1. Pantang Makan Daging

Baca Juga: Manis dan Penuh Makna, Ini 5 Jenis Kue yang Paling Identik dengan Paskah di Dunia

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah pantang makan daging pada hari Jumat, terutama pada Rabu Abu dan Jumat Agung.

Daging dianggap sebagai makanan mewah pada zaman dahulu, sehingga menghindarinya menjadi simbol kesederhanaan dan pengorbanan.

Sebagai gantinya, jemaat biasanya mengonsumsi ikan atau sayur-sayuran.

2. Mengurangi Porsi Makan (Puasa)

Berbeda dengan pantang, puasa dalam tradisi Kristiani biasanya berarti hanya makan kenyang satu kali dalam sehari.

Hal ini wajib dilakukan pada Rabu Abu dan Jumat Agung.

Tujuannya bukan untuk menyiksa diri, melainkan untuk merasakan solidaritas terhadap sesama yang berkekurangan serta meningkatkan rasa lapar akan nilai-nilai spiritual.

3. Menghindari Hiburan Berlebihan

Selama masa keprihatinan ini, umat dianjurkan untuk menahan diri dari pesta pora atau hiburan yang terlalu mencolok.

Ini adalah waktu untuk self-reflection yang mendalam.

Mengurangi waktu bermain media sosial atau menonton film hiburan dilakukan agar seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk berdoa dan merenung.