Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Wabup Sanggau Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, saat menghadiri rapat pengarahan dan evaluasi pelaksanaan pemenuhan gizi masyarakat bersama satuan tugas gabungan di Sintang, Rabu (1/4/2026).
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, saat menghadiri rapat pengarahan dan evaluasi pelaksanaan pemenuhan gizi masyarakat bersama satuan tugas gabungan di Sintang, Rabu (1/4/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menghadiri rapat pengarahan dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tingkat lintas wilayah di Hotel My Home, Kabupaten Sintang, pada Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Rudi Setiawan guna memastikan penyaluran bantuan makanan tersebut tepat sasaran kepada masyarakat.

Baca Juga: Anggaran Kementerian Dipangkas, Pemerintah Pastikan Program MBG dan Bansos Tetap Aman

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala.

Selain itu, komandan satuan tugas dari enam kabupaten di Kalimantan Barat, serta berbagai perwakilan yayasan dan mitra pelaksana program di lapangan juga hadir untuk menyinkronkan data penerima manfaat dan meninjau strategi distribusi.

Dalam arahannya pada forum tersebut, Brigjen TNI Rudi Setiawan menekankan pentingnya penguatan fungsi koordinasi dan pengawasan secara menyeluruh.

Menurutnya, implementasi dari Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pengawasan ketat dan terpadu agar seluruh paket bantuan pangan yang disalurkan dapat memberikan manfaat optimal serta tidak meleset dari target yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Merespons arahan tersebut, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Ia menilai kebijakan ini merupakan salah satu langkah dan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat, khususnya bagi perbaikan nutrisi anak-anak usia sekolah dan perlindungan kelompok masyarakat rentan.