Tips Menkes Budi: Minum Cuka Apel Sebelum Makan Berlemak Ampuh Kelola Kolesterol

Ilustrasi larutan sari cuka apel murni yang dipercaya memiliki khasiat membantu mengontrol lonjakan gula darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.
Ilustrasi larutan sari cuka apel murni yang dipercaya memiliki khasiat membantu mengontrol lonjakan gula darah dan kadar kolesterol dalam tubuh. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kebiasaan langsung meminum obat penurun kolesterol seusai mengonsumsi makanan berlemak bukan satu-satunya solusi pencegahan.

Menkes membagikan tips alternatif alami yang mudah diterapkan oleh masyarakat, yakni dengan rutin mengonsumsi cuka apel untuk kolesterol sebelum menyantap hidangan berat.

Baca Juga: Turunkan Kolesterol Tanpa Obat Melalui Tujuh Langkah Alami

Hal tersebut disampaikan Budi melalui program bincang santai “Budi Gemar Sharing (BGS)” di akun media sosial pribadinya.

Ia menyoroti fenomena masyarakat yang kerap langsung mengandalkan obat-obatan medis, seperti Simvastatin, sebagai jalan pintas setelah menyantap makanan tinggi lemak jenuh seperti hidangan bersantan atau daging merah.

Sebagai alternatif pencegahan alami, Budi menyarankan masyarakat untuk mulai merutinkan konsumsi cuka apel untuk kolesterol sebelum waktu makan. Ia menjelaskan bahwa metode sederhana ini dapat membantu kinerja metabolisme tubuh dalam mengelola kadar gula darah serta lemak jahat dari asupan makanan.

“Cuka apel ini bagus untuk membantu pencernaan kita karena bisa mengurangi lonjakan gula, kolesterol, dan membantu pembakaran lemak,” ujar Budi sebagaimana dikutip dari unggahan video Instagram Reels di akun @bgsadikin, Rabu (1/4/2026).

Meski berkhasiat, Budi mengingatkan ada tata cara khusus dalam meminum cairan fermentasi tersebut. Ia menganjurkan takaran satu sendok makan cuka apel yang dilarutkan ke dalam segelas air putih dan diaduk hingga merata.

Waktu konsumsi yang paling ideal adalah sekitar 15 hingga 20 menit sebelum jadwal makan besar dimulai.