“Singkawang ini komplit, punya alam, laut, dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen pendukung, Pemerintah Kota Singkawang saat ini terus mengebut perbaikan infrastruktur fisik, termasuk memperlancar akses transportasi darat dan memfasilitasi kelengkapan akomodasi penginapan.
“Kita siapkan kemudahan akses, penginapan, dan tentu suasana toleransi yang menjadi kekuatan utama Singkawang,” ujarnya.
Upaya ini sejalan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Baca Juga: Lahan 45 Hektare di Singkawang Timur Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu Saung Timur
Sepanjang tahun 2025, tercatat adanya 1.410.043 kunjungan wisata. Sementara itu, kalkulasi data pada awal tahun hingga periode Februari 2026 telah menembus angka 50.678 kunjungan.
“Ini menunjukkan bahwa Singkawang semakin diminati sebagai destinasi wisata,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Singkawang menargetkan penguatan kalender agenda kepariwisataan agar dapat dinikmati merata sepanjang tahun.
“Kita ingin setiap bulan ada event, sehingga Singkawang tidak hanya ramai saat momen tertentu saja,” ujarnya.
Ekspansi pengembangan ini dipastikan akan merambah sektor olahraga (sport tourism), eduwisata, hingga penguatan rantai pasok bagi UMKM lokal.
“Harapannya, pengembangan ini memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” katanya.
Tjhai Chui Mie memproyeksikan, hasil rumusan FGD ini dapat segera diimplementasikan dalam cetak biru pembangunan wisata.
“Jika berhasil, kawasan wisata terpadu ini bisa menjadi model pengembangan ekowisata di Kalimantan bahkan Indonesia,” ujarnya.
(*Red)
















