Tekno  

Mobil Listrik China Full Charge 11 Menit

Ilustrasi - Ilmuwan China temukan baterai kendaraan listrik yang bisa full charge dalam 11 menit. Cek spesifikasi, keunggulan, dan rencana produksi massalnya di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Ilmuwan China temukan baterai kendaraan listrik yang bisa full charge dalam 11 menit. Cek spesifikasi, keunggulan, dan rencana produksi massalnya di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Ilmuwan asal China berhasil menciptakan terobosan besar dalam industri otomotif global pada awal April 2026 ini. Mereka mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik terbaru yang mampu melakukan pengisian daya hingga penuh hanya dalam waktu 11 menit.

Inovasi ini menjawab tantangan terbesar pengguna kendaraan listrik terkait durasi pengisian daya yang selama ini memakan waktu berjam-jam.

Para peneliti menggunakan material anoda berbasis grafit khusus untuk mempercepat aliran ion litium ke dalam sel baterai secara signifikan.

Baca Juga: Sering Dianggap Gulma, Ini 7 Manfaat Sirih Cina untuk Asam Urat dan Wajah

Teknologi LFP dengan Kecepatan Super

Tim pengembang menerapkan struktur termal yang unik guna menjaga stabilitas suhu baterai saat proses pengisian daya ultra-cepat berlangsung. Langkah ini mencegah terjadinya overheating yang sering menjadi risiko utama pada perangkat baterai dengan voltase tinggi.

Baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) ini juga menawarkan masa pakai yang lebih panjang daripada generasi sebelumnya. Pengguna tetap bisa menikmati performa maksimal meskipun telah melakukan pengisian daya ribuan kali dalam kurun waktu beberapa tahun.

Efisiensi Tinggi untuk Perjalanan Jauh

Kecepatan pengisian 11 menit ini setara dengan waktu pengisian bahan bakar fosil pada stasiun pengisian konvensional. Hal ini tentu akan mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif karena mampu menghilangkan kekhawatiran jarak tempuh bagi pengemudi.

Produsen otomotif di China berencana segera memproduksi massal teknologi ini untuk pasar domestik maupun internasional dalam waktu dekat. Mereka yakin teknologi ini akan mengubah peta persaingan industri mobil listrik global yang kian kompetitif.