“Fokus kita harus pada program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kurangi seremoni, prioritaskan infrastruktur mendesak seperti dermaga feri penyeberangan,” tegas Satarudin.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, mengingatkan agar Pemkot Pontianak lebih kreatif mencari sumber pendanaan di luar APBD, seperti optimalisasi CSR dan investasi swasta.
Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pontianak mencapai angka tertinggi di Kalbar yaitu 82,8, tantangan lingkungan seperti pengelolaan sampah menuju sanitary landfill dan mitigasi banjir rob tetap menjadi pekerjaan rumah besar.
“Pembangunan di Pontianak sebagai ibu kota provinsi harus disiplin dan fokus pada hasil nyata, terutama memperkuat fondasi transformasi daerah menuju 2045,” pungkas Harisson.
Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Ini 4 Tempat Micro-Adventure di Kota Pontianak untuk Melepas Penat
(Mira)
















