Jangan Sayang Dibuang, Ini 3 Makanan Sisa yang Paling Berbahaya Jika Dimakan Lagi

"Jangan sembarang menyimpan makanan sisa! Kenali 3 jenis makanan sisa paling berbahaya mulai dari nasi hingga ayam yang berisiko tinggi menyebabkan keracunan."
Jangan sembarang menyimpan makanan sisa! Kenali 3 jenis makanan sisa paling berbahaya mulai dari nasi hingga ayam yang berisiko tinggi menyebabkan keracunan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sering kali kita merasa sayang untuk membuang makanan yang tidak habis saat makan malam dan memilih untuk menyimpannya di atas meja atau kulkas untuk disantap esok hari.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua makanan sisa aman untuk dikonsumsi kembali?

Beberapa jenis makanan justru menyimpan risiko keracunan yang tinggi jika cara penyimpanan dan pemanasannya tidak tepat. Patogen seperti bakteri dan jamur dapat berkembang biak dengan cepat pada sisa makanan tertentu.

Berikut adalah 3 makanan sisa yang paling berbahaya jika ingin dimakan lagi:

Baca Juga: Sering Makan Nasi Mengkal? Kenali 4 Bahayanya bagi Kesehatan Pencernaan

1. Nasi

Nasi sering kali dianggap sebagai sisa makanan yang paling umum disimpan.

Padahal, nasi mengandung pati dan kelembapan tinggi yang menjadi tempat ideal bagi bakteri Bacillus cereus.

Bakteri ini menghasilkan spora yang tahan terhadap suhu tinggi saat dimasak.

Jika nasi dibiarkan di suhu ruang (zona bahaya 5-57 derajat Celsius), jumlah bakteri dapat berlipat ganda hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit.

Memanaskan kembali nasi yang sudah terkontaminasi tidak menjamin bakteri ini mati, sehingga risiko keracunan tetap mengintai.

2. Piza

Piza yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam sangat rentan terhadap kontaminasi mikroba.

Selain dari keju atau daging, bakteri berbahaya seperti Salmonella dapat bersembunyi pada rempah-rempah kering seperti oregano yang ditaburkan di atasnya.

Jika ingin menyimpan piza, pastikan segera memasukkannya ke dalam wadah tertutup dan simpan di kulkas maksimal dalam waktu dua jam setelah disajikan. Piza sisa sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari dua hari setelah disimpan.