-
Frekuensi: Pengguna hanya bisa mengganti alamat e-mail utama satu kali dalam 12 bulan.
-
Kapasitas: Maksimal perubahan adalah tiga kali seumur hidup akun tersebut. Dengan kata lain, satu akun bisa memiliki total empat alamat yang terasosiasi.
-
Alamat Lama: Alamat e-mail lama tidak akan dihapus atau disembunyikan. Alamat tersebut akan tetap tersimpan sebagai alamat alternatif (alias).
Apa yang Terjadi pada Data dan E-mail Masuk?
Baca Juga: Kenapa E-mail Masuk Spam di Gmail? Cek 5 Penyebabnya dari Pesan Kosong hingga Pengirim Palsu
Google menjamin bahwa transisi ini tidak akan mengganggu aktivitas digital pengguna:
-
Sinkronisasi Data: Semua data lama (Drive, Photos, YouTube, dll) tetap aman di akun yang sama.
-
Kotak Masuk Tunggal: E-mail yang dikirim ke alamat lama maupun alamat baru akan masuk ke inbox yang sama.
-
Login: Pengguna tetap bisa masuk (login) ke layanan Google menggunakan alamat lama maupun yang baru.
-
Keamanan Nama: Alamat lama yang sudah Anda tinggalkan tidak bisa diambil atau digunakan oleh orang lain.
Ketersediaan di Indonesia
Berdasarkan pantauan hingga Rabu (1/4/2026) pagi, fitur ini belum tersedia secara merata di Indonesia. Namun, indikasi kehadirannya sudah sangat kuat lantaran laman dukungan resmi Google terkait penggantian e-mail sudah tersedia dalam versi Bahasa Indonesia.
Google menyatakan bahwa fitur ini akan diluncurkan secara bertahap kepada seluruh pengguna global.
Jadi, bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mengganti alamat e-mail “alay” masa lalu, pastikan untuk mengecek menu pengaturan akun Google Anda secara berkala.
(*Drw)
















