Gempa M 7,6 Guncang Bitung: Tsunami Kecil Terdeteksi, Sejumlah Rumah di Ternate Rusak

Kerusakan bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pascagempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang pada Kamis (2/4). (Dok: BPBD Provinsi Maluku Utara)
Kerusakan bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pascagempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang pada Kamis (2/4). (Dok: BPBD Provinsi Maluku Utara)

Baca Juga: Gempa Tektonik M 5,3 Guncang Sintang Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gelombang air laut setinggi 0,3 meter terdeteksi menghantam pesisir Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB, dan gelombang setinggi 0,2 meter terpantau di pesisir Kota Bitung pada pukul 06.15 WIB pascaperistiwa gempa M 7,6 di Bitung tersebut.

Meskipun tergolong berskala kecil, kondisi perairan ini tetap memerlukan kewaspadaan maksimal dari warga karena potensi gelombang susulan masih sangat mungkin terjadi.

Menyikapi situasi darurat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Warga diminta untuk tetap menjauhi kawasan pantai dan dilarang kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, senantiasa mengikuti arahan dari aparat penegak hukum dan petugas setempat, serta tidak menyebarkan informasi simpang siur yang belum terverifikasi kebenarannya.

Baca JugaGempa Bener Meriah Magnitudo 2,8 Guncang Aceh, BMKG Sebut Akibat Sesar Aktif

(*Red)