“Kelima poin itu menjadi dasar penting dalam mempersiapkan diri sebagai Putri Indonesia,” katanya.
Anggelia juga berkomitmen membawa identitas budaya Kalbar untuk direpresentasikan ke hadapan publik luas.
“Saya akan membawa perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Untuk national costume, saya terinspirasi dari Cap Go Meh. Selain itu saya juga akan memperkenalkan budaya Dayak dan Melayu,” ungkapnya.
Sebagai informasi, perempuan berusia 27 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai carbon consultant dan carbon project manager di salah satu perusahaan kehutanan di Kalimantan.
Dengan latar belakang profesional dan pendidikannya sebagai lulusan pariwisata dari Universitas Bunda Mulia Jakarta, Anggelia berharap dapat tampil sebagai representasi perempuan Kalbar yang berdaya, berbudaya, dan siap bersaing.
(FR)
















