4. Ketiadaan Sistem Liquid Cooling Internal
Beberapa ponsel Android, terutama kategori gaming, sudah menyematkan teknologi vapor chamber atau sistem pendingin cairan (liquid cooling) untuk meredam panas.
Hingga saat ini, iPhone masih mengandalkan sistem pendingin pasif melalui lapisan grafit dan kerangka logamnya.
Tanpa adanya sistem pendingin tambahan yang masif, iPhone akan lebih cepat mencapai titik suhu tinggi saat dipaksa bekerja keras.
5. Optimalisasi Pengisian Daya Cepat
Saat melakukan fast charging, baterai iPhone akan menerima arus listrik yang besar dalam waktu singkat.
Proses kimiawi di dalam baterai selama pengisian daya ini menghasilkan panas.
Jika Anda menggunakan iPhone sambil mengisi daya, suhu perangkat akan meningkat dua kali lipat lebih cepat karena akumulasi panas dari layar, prosesor, dan baterai yang bekerja bersamaan.
Baca Juga: Cara Menonaktifkan Download Otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar Memori Lega
(Mira)
















