Faktakalbar.id, PONTIANAK — Penataan sistem transportasi di Kota Pontianak mendapat kritik tajam seiring mencuatnya rencana perbaikan Dermaga Feri Penyeberangan Bardan-Siantan.
Pemerintah daerah dinilai gagal memberikan solusi komprehensif terhadap kemacetan yang diprediksi akan membuat mobilitas kota lumpuh total dalam beberapa tahun ke depan.
Pengamat Transportasi dan Intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh sewenang-wenang mengambil kebijakan perbaikan tanpa memikirkan matang-matang dampaknya bagi arus pergerakan masyarakat.
“Pemerintah sudah gagal, khususnya pemerintah daerah sudah gagal menyikapi keadaan ini. Ini kalau dibiarkan terus dalam dua tahun ke depan, tiga tahun ke depan Pontianak akan lumpuh total karena tidak ada solusi yang betul-betul memberikan jalan keluar,” ujar Syarif Usmulyani, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Ahli Teknik Untan Ingatkan Bahaya, Struktur Fondasi Dermaga Feri Siantan Alami Kerusakan Fatal
Menurutnya, masyarakat saat ini sudah pada tahap “gerah” dengan kondisi kemacetan yang kian amburadul. Ia menyoroti ketergantungan yang terlalu tinggi pada transportasi darat tanpa memaksimalkan potensi alur sungai yang mengelilingi kota.
“Kita saat ini kebodohannya, saya terus terang aja bilang ini kebodohan, kita hanya mengandalkan sistem transportasi darat, tidak mencari solusi menggunakan transportasi lain. Simpul-simpul kemacetan ini terjadi antara kondisi di Siantan pergerakannya sama di tol ini ada korelasi, ada hubungan,” jelasnya.
Syarif Usmulyani juga mengkritik lemahnya perencanaan dan mitigasi dari pemerintah kota maupun provinsi. Ia menilai langkah perbaikan yang mendadak justru bisa menjadi kontraproduktif bagi kebutuhan masyarakat akan kecepatan mobilitas.
















