Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali melanjutkan pembangunan kawasan waterfront di tepian Sungai Kapuas sebagai bagian dari strategi memperkuat wajah kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
Baca Juga: Wali Kota Pontianak Serahkan 335 SK PNS dan Lepas 26 ASN Purna Tugas
Pembangunan lanjutan ini akan dimulai dari kawasan Gang Kamboja hingga Gang H Mursyid dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun, didukung anggaran tahap awal sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kota Pontianak, Rabu (01/04/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, proyek tersebut merupakan kelanjutan program penataan waterfront yang telah dirintis sejak 2014.
“Kita akan melanjutkan pembangunan waterfront karena ini menjadi program kota yang sudah dirintis sejak lama. Jadi harus terus kita lanjutkan, walaupun bertahap, karena ini akan menampilkan wajah Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep pembangunan waterfront tersebut akan memiliki kemiripan dengan kawasan yang telah ditata di Parit Besar, namun tetap menghadirkan elemen-elemen baru yang lebih unik, ramah lingkungan, dan tidak meninggalkan kearifan lokal.
Baca Juga: Wali Kota Pontianak Sampaikan LKPJ 2025, Capaian Pembangunan Positif
“Nanti akan ada bentuk-bentuk yang unik, instagramable, ramah lingkungan, dan tetap menampilkan kekhasan lokal. Misalnya ada tempat Meriam Karbit, spot rekreasi, olahraga, dan menyatu dengan taman yang akan dibangun di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas I,” jelasnya.
Edi menambahkan, saat ini pihaknya masih berada pada tahap rapat teknis.
Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak akan segera dilakukan, termasuk menyangkut penataan bangunan yang berada di luar garis sempadan.
Ia menyebut secara umum tidak banyak lahan yang harus dibebaskan, namun kemungkinan ada kompensasi perbaikan bagi bangunan atau aset warga yang terdampak penataan.
“Kalau ada yang terdampak, nanti ada kompensasi perbaikan sesuai desain yang sudah kita rencanakan. Jadi kita ingin penataannya tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Wali Kota menegaskan, pembangunan waterfront ini diharapkan memberi dampak luas bagi kota, mulai dari penguatan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, ia berharap dukungan tidak hanya datang dari APBD kota, tetapi juga dari APBD provinsi dan APBN.
















