“Kita sama-sama belajar sebagai orang muda untuk menjaga lingkungan. Perubahan iklim tidak mungkin kita hentikan sepenuhnya, tapi bisa kita cegah dampaknya dengan kegiatan yang melihat alam sebagai masa depan kita,” tegas Nazela, Selasa (31/3/2026).
Pegiat Gemawan, Rahmawati, menambahkan bahwa tujuan akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah mendorong penguatan kebijakan pembangunan yang inklusif. Modul yang disusun berbasis pengalaman lokal ini diharapkan dapat diadopsi secara luas oleh para pengambil kebijakan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong adopsi modul pembelajaran secara lebih luas serta memperkuat kebijakan dan praktik pembangunan yang responsif gender dan berkelanjutan. Pembangunan desa tidak boleh meninggalkan suara perempuan, terutama dalam menghadapi tantangan iklim,” pungkas Rahmawati.
Baca Juga: Berdayakan Perempuan Petani Punggur, Gemawan Salurkan Bibit dan Edukasi Ekosistem Berkelanjutan
(Mira)
















