Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perdebatan mengenai waktu makan yang tepat saat akan melakukan olahraga lari pagi sering kali membingungkan para pemula.
Ada yang merasa lebih bertenaga setelah makan, namun tidak sedikit pula yang merasa perutnya tidak nyaman jika harus berlari dalam keadaan terisi.
Sebenarnya, pilihan antara sarapan sebelum atau sesudah jogging sangat bergantung pada tujuan kesehatan dan respons tubuh masing-masing individu.
Berikut adalah ulasan mendalam untuk membantu kamu menentukan pilihan terbaik:
Baca Juga:Â Tips Aman Jogging Pagi Saat Puasa Ramadhan Agar Tetap Bugar
1. Kapan Harus Sarapan Sebelum Jogging?
Jika tujuan utama kamu adalah lari dengan intensitas tinggi atau durasi yang lama (lebih dari 60 menit), maka sarapan ringan sangat disarankan.
Tubuh membutuhkan asupan glikogen sebagai bahan bakar otot agar tidak cepat lelah atau mengalami hypoglycemia (kurang gula).
Namun, kuncinya adalah waktu dan porsi.
Jangan langsung berlari sesaat setelah makan. Berikan jeda sekitar 30 hingga 60 menit agar proses pencernaan awal selesai.
Pilihlah karbohidrat sederhana yang mudah dicerna seperti pisang atau selembar roti gandum untuk menghindari kram perut.
2. Kapan Lebih Baik Sarapan Sesudah Jogging?
Metode ini sering disebut dengan fasted cardio atau berolahraga dalam keadaan perut kosong.
Banyak orang memilih cara ini karena dipercaya dapat mengoptimalkan pembakaran lemak.
Saat cadangan gula darah rendah setelah tidur semalam, tubuh akan dipaksa menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi utama.
Sarapan sesudah lari sangat cocok bagi kamu yang melakukan jogging santai dengan durasi pendek (30-45 menit).
Selain itu, makan setelah berolahraga berfungsi sebagai recovery untuk mengganti energi yang hilang dan memperbaiki jaringan otot yang bekerja keras selama berlari.
3. Risiko Lari dengan Perut Kosong
Meskipun bisa membakar lemak, berlari tanpa asupan makanan juga memiliki risiko, terutama bagi kamu yang memiliki tekanan darah rendah atau riwayat asam lambung.
Tanpa energi yang cukup, kamu mungkin akan merasa pusing, mual, atau pandangan berkunang-kunang di tengah jalan.
Jika merasakan tanda-tanda ini, segera hentikan aktivitas dan konsumsi air manis.
















