Faktakalbar.id, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia resmi meneken kontrak pengadaan 12 unit pesawat Pilatus PC-24 Super Versatile dan Letter of Intent (LOI) 24 pesawat latih Pilatus PC-21 untuk mendukung operasional TNI Angkatan Udara (AU), Selasa (31/03/2026).
Baca Juga: Kemhan RI Rampungkan Inspeksi Kelaikan Udara Pesawat A400M Ke-2 di Spanyol
Kontrak kerja sama dengan PT E-System Solutions Indonesia tersebut ditandatangani di kantor Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemenhan, Jakarta Pusat.
Pengadaan belasan pesawat PC-24 ini ditujukan secara khusus untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI AU, transportasi udara, serta misi penghubung.
Paket pengadaan mencakup opsi penambahan pesawat, peralatan pendukung darat, suku cadang, pelatihan, hingga dukungan teknis langsung dari kantor pusat Pilatus di Stans, Swiss.
Pesawat jenis PC-24 ini dikenal memiliki fleksibilitas operasional tinggi dan telah disertifikasi untuk pengoperasian pilot tunggal.
Pesawat tersebut dilengkapi pintu kargo standar dan didesain mampu lepas landas maupun mendarat di landasan pacu pendek yang tidak beraspal.
Fitur ini sangat ideal untuk berbagai misi pemerintah, termasuk pelatihan pilot penerbangan instrumen (IFR), sekaligus mampu meningkatkan aksesibilitas ke lebih dari 17 ribu pulau terpencil di Indonesia.
CEO Pilatus, Markus Bucher, mengapresiasi kepercayaan Kemenhan RI terhadap perusahaannya. Langkah strategis ini dinilai semakin memperkuat kehadiran Pilatus di kawasan Asia Tenggara.
“Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada dengan lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Lockheed SR-71 Blackbird, Pesawat Intai Tercepat USAF yang Tak Tertandingi
Hal senada disampaikan Wakil Presiden Penerbangan Pemerintah di Pilatus, Ioannis Papachristofilou. Ia menilai pemilihan pesawat oleh TNI AU ini menegaskan tingginya minat operator pemerintah terhadap ketangguhan PC-24.
















