Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pikap sarat penumpang terjadi di Jalan Lintas Bunut, Dusun Penembur II, Desa Teluk Geruduk, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Akibat insiden kecelakaan pikap di Kapuas Hulu ini, satu orang penumpang yang masih anak-anak dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimpa badan kendaraan yang terbalik ke dalam parit.
Baca Juga: Tumpahan Solar Picu Kecelakaan di Jalan Nanga Pinoh
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut. Ia menjelaskan bahwa mobil angkutan barang maut itu dikemudikan oleh seorang pria bernama Supendi alias Among (48), warga Dusun Penembur II.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan di lapangan, kendaraan tersebut diketahui membawa muatan berlebih, yakni mengangkut total 12 orang penumpang di bak belakang yang sebagian besar merupakan anggota keluarga kandung dari sang pengemudi.
“Sebelum kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan tersebut dalam perjalanan pulang dari kebun di Desa Perawan menuju rumah di Desa Teluk Geruguk,” ujarnya Rabu (1/4/2026).
Tragedi kecelakaan pikap di Kapuas Hulu ini bermula saat kendaraan melaju dari arah kebun dan sesampainya di titik lokasi kejadian, mobil secara tiba-tiba kehilangan kendali. Kendaraan roda empat tersebut melenceng keluar jalur ke arah sebelah kiri jalan, masuk ke dalam parit berlumpur, hingga akhirnya terbalik sepenuhnya. Celakanya, belasan penumpang yang berada di bak terbuka bagian belakang tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung tertimpa beban badan mobil pikap.
Dalam insiden mematikan tersebut, satu penumpang anak atas nama Viola Agustin Divasari (11) dinyatakan meninggal dunia. Korban tewas tersebut diketahui merupakan cucu kandung dari pengemudi pikap. Selain menimbulkan korban jiwa, sejumlah penumpang lainnya juga mengalami luka-luka serius dan segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis kedaruratan.
Tiga orang korban luka, yakni Ester, Christina Mita, dan Ita saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Diponegoro Putussibau. Sementara itu, satu korban luka parah lainnya yang bernama Salbina harus segera dirujuk ke rumah sakit di wilayah Pontianak karena membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut.
















