Nasional  

Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Dihantam Cuaca Ekstrem di Klaten dan Wonosobo

BPBD Kabupaten Wonosobo bersama tim gabungan mengevakuasi dan membersihkan puing-puing pohon gumbang di Desa Timbang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wobosobo, Jawa Tengah pada Minggu (29/3). Sumber foto : BPBD Provinsi Jawa Tengah
BPBD Kabupaten Wonosobo bersama tim gabungan mengevakuasi dan membersihkan puing-puing pohon gumbang di Desa Timbang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wobosobo, Jawa Tengah pada Minggu (29/3). (Dok: BPBD Provinsi Jawa Tengah)

Faktakalbar.id, KLATEN – Fenomena cuaca ekstrem di Jawa Tengah memicu terjadinya kerusakan infrastruktur yang cukup masif di wilayah Kabupaten Klaten dan Kabupaten Wonosobo pada Minggu (29/3/2026) sore.

Hujan deras yang disertai dengan tiupan angin kencang mengakibatkan puluhan bangunan rumah milik warga, fasilitas umum, hingga akses jalan antardesa mengalami kerusakan signifikan.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Undaan Kudus, Ratusan Rumah Rusak dan Satu Warga Terluka

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Selasa (31/3/2026), dampak terparah dari cuaca ekstrem di Jawa Tengah ini melanda wilayah Kabupaten Klaten pada pukul 16.00 waktu setempat. Bencana tersebut menyapu 18 desa yang tersebar di lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Cawas, Karanganom, Tulung, Jatinom, dan Ngawen.

Angin kencang di Klaten menyebabkan 83 unit rumah warga mengalami rusak ringan dan dua rumah rusak sedang. Selain tempat tinggal, angin kencang turut merusak dua unit bangunan sekolah, empat unit fasilitas umum, dua unit tempat ibadah, tiga unit rumah toko (ruko), serta dua unit kandang ternak.

Dampak kerusakan semakin meluas dengan tumbangnya 48 batang pohon yang menutup 21 titik akses jalan serta mengganggu jaringan aliran listrik dan internet. Insiden ini berdampak langsung pada 87 Kepala Keluarga (KK), di mana empat jiwa di antaranya terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Klaten bersama unsur TNI/Polri, Pemadam Kebakaran, SAR, PMI, dan warga setempat telah mengevakuasi seluruh pohon tumbang. Sementara itu, perbaikan rumah dan fasilitas yang rusak masih dalam tahap penanganan berkelanjutan.