Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 31 Maret 2026: BMKG Peringatkan Hujan Petir dan Potensi Karhutla

Infografis BMKG mengenai peta potensi hujan harian untuk tingkat kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada hari Selasa, (31/3/2026). (Dok. BMKG Kalbar)
Infografis BMKG mengenai peta potensi hujan harian untuk tingkat kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada hari Selasa, (31/3/2026). (Dok. BMKG Kalbar)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 30 Maret 2026: Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang

Selain memberikan rincian potensi curah hujan harian, pihak BMKG juga menyertakan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap kemunculan hujan yang berpotensi kuat disertai kilat atau petir.

Di samping itu, potensi sapuan angin kencang berdurasi singkat juga menjadi perhatian utama karena fenomena ini kerap terjadi secara tiba-tiba dan dapat membahayakan keselamatan warga maupun infrastruktur publik.

Berdasarkan data infografis peta potensi hujan harian yang diterbitkan oleh BMKG untuk hari Selasa (31/3/2026), terdapat lima wilayah kabupaten yang diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Wilayah yang ditandai dengan indikator warna kuning dalam peta cuaca tersebut meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sanggau.

Di sisi lain, sembilan wilayah tingkat dua lainnya di Provinsi Kalimantan Barat diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Sesuai dengan data prakiraan cuaca Kalimantan Barat terkini, daerah yang masuk dalam kategori indikator warna hijau ini mencakup Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kayong Utara, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Sintang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 29 Maret 2026, Waspada Hujan dan Angin Kencang

Beriringan dengan peringatan cuaca basah, BMKG secara spesifik turut menyiagakan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi kering. Otoritas cuaca mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kawasan.

Kondisi ini menuntut kepekaan masyarakat setempat, terutama di wilayah yang memiliki tutupan lahan gambut dan kawasan hutan yang rentan terbakar.

Dalam rilis resminya, BMKG menegaskan agar seluruh elemen masyarakat terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal atau aplikasi resmi pemerintah.

Kesadaran untuk selalu memantau dinamika cuaca dinilai sangat krusial guna meminimalisir risiko bencana alam. Warga diharapkan senantiasa mempersiapkan kelengkapan keselamatan dan tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah fluktuasi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Barat.

(*Red)