“Ini adalah momentum untuk memperkuat tata kelola hutan, menarik investasi rendah karbon, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Transformasi sebesar ini membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen,” ujar Norsan dalam paparannya.
Ia secara tegas mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha pemegang izin kehutanan, organisasi nonpemerintah, akademisi, hingga kelompok masyarakat adat untuk menyatukan visi.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Pimpin Webinar Nasional, Dorong Ekonomi Hijau Capai Target FOLU Net Sink 2030
Norsan bertekad mewujudkan Kalimantan Barat sebagai provinsi percontohan nasional yang mampu membuktikan bahwa laju pertumbuhan dan kemajuan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan komitmen kelestarian alam yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini sejalan dengan agenda nasional FOLU Net Sink 2030 yang menargetkan tingkat serapan karbon jauh melampaui tingkat emisi melalui upaya pelestarian hutan, restorasi lahan gambut, rehabilitasi kawasan mangrove, serta penekanan angka deforestasi secara terukur.
(*Red)
















