“Dulu banyak pedagang yang berjualan di pelampung, dari makanan sampai kebutuhan lainnya. Ini benar-benar menghidupi masyarakat,” tambahnya.
Sejarah panjang ini menjadikan feri Bardan–Siantan bukan sekadar alat transportasi, melainkan warisan sosial yang mendalam bagi warga Pontianak.
“Kalau suatu saat tidak ada lagi, ini akan jadi kenangan. Karena dari dulu sampai sekarang, perannya sangat besar,” pungkasnya.
Baca Juga: Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Pontianak Sepanjang 2025, Capai 54 Ribu Kasus
(Mira)
















