“Untuk satu titik saja bisa memakan waktu 1 sampai 2 jam agar benar-benar dipastikan padam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mempawah Timur, Iptu Imran, yang turut terjun memimpin empat personelnya di titik lokasi kejadian, menegaskan bahwa aparat kepolisian berupaya maksimal menyelamatkan infrastruktur publik tersebut.
Pihaknya bertekad agar jalur darat penghubung warga tidak ambles atau terputus akibat gerusan api dari bawah permukaan.
“Jalan ini merupakan satu-satunya akses darat menuju Dusun Telayar. Kalau sampai putus, warga terpaksa harus menggunakan jalur air dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama,” ungkap Iptu Imran.
Pasca-upaya pemadaman awal, petugas gabungan secara berkelanjutan terus melakukan tahap pendinginan dan pemantauan visual di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi sisa bara api di lahan gambut yang berpotensi kembali menyala.
Menyikapi rentetan kejadian karhutla di Mempawah Timur ini, pihak kepolisian secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar secara sembarangan.
Tindakan preventif ini ditekankan guna mencegah kerugian ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan gangguan kesehatan akibat kabut asap yang merugikan banyak pihak.
(*Red)
















