Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pemilik kendaraan sering kali keliru dalam memilih jenis oktan atau Research Octane Number (RON) saat mengisi bahan bakar. Padahal, pemilihan RON yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin berdampak buruk pada performa dan keawetan komponen internal kendaraan.
Setiap mesin kendaraan memiliki angka rasio kompresi yang menjadi standar utama dalam memilih jenis BBM.
Pabrikan otomotif merancang mesin dengan tekanan tertentu di dalam ruang bakar.
Baca Juga: Salah Kaprah! Cek Kebiasaan Isi BBM yang Merusak Mesin
Mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan BBM dengan oktan tinggi agar pembakaran terjadi tepat pada waktunya tanpa menyebabkan ledakan prematur.
Dampak Penggunaan Oktan Terlalu Rendah
Penggunaan BBM dengan oktan di bawah standar pabrikan memicu gejala knocking atau suara mesin kasar.
Kondisi ini terjadi karena bahan bakar terbakar sebelum piston mencapai titik puncak akibat tekanan yang terlalu tinggi.
Dalam jangka panjang, knocking merusak dinding silinder, piston, dan busi, yang berujung pada penurunan tenaga mesin secara signifikan.
















