Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Pontianak Sepanjang 2025, Capai 54 Ribu Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengungkap hipertensi menjadi kasus penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Kota Pontianak sepanjang 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengungkap hipertensi menjadi kasus penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Kota Pontianak sepanjang 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Sekarang yang paling banyak adalah hipertensi. Berarti ini harus memperbaiki pola hidup dari masyarakat, terutama untuk konsumsi makanan tidak boleh berlebih, harus olahraga, istirahat cukup, dan kelola stress. Jadi ini yang perlu terus ditingkatkan di masyarakat, dan selalu kita sosialisasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saptiko juga menyoroti adanya kecenderungan peningkatan pasien darah tinggi pada awal tahun 2026 ini.

“Kalau saya lihat peningkatannya ada sekitar 10 persenan. Yang penting sekarang kita melihat bahwa penyakit yang menjadi masalah bukan lagi dominan penyakit infeksi, tetapi penyakit tidak menular, penyakit karena gaya hidup,” tegasnya.

Merespons tren memprihatinkan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pontianak berkomitmen untuk terus memperkuat langkah intervensi promotif dan preventif. Edukasi terkait pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak harian akan digencarkan agar kasus hipertensi di Pontianak tidak terus bertambah dan berkembang menjadi komplikasi medis kronis yang lebih fatal seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

(*Red)