Cuaca Ekstrem Landa Tasikmalaya, BNPB Peringatkan Bahaya Bencana di Masa Pancaroba

Cuaca ekstrem di Tasikmalaya landa tiga kecamatan dan rusak sejumlah rumah. BNPB imbau warga waspada ancaman bencana pada peralihan musim pancaroba.
Cuaca ekstrem di Tasikmalaya landa tiga kecamatan dan rusak sejumlah rumah. BNPB imbau warga waspada ancaman bencana pada peralihan musim pancaroba. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Undaan Kudus, Ratusan Rumah Rusak dan Satu Warga Terluka

Kejadian di Jawa Barat ini sejalan dengan peringatan dini yang telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai masa pancaroba. BMKG memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai memasuki fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari bulan April hingga Juni 2026.

Masa pancaroba ini kerap ditandai dengan perubahan kondisi cuaca yang sangat signifikan dan berlangsung cepat, seperti hujan lebat yang turun secara tiba-tiba, angin kencang atau puting beliung, hingga peningkatan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya.

Menyikapi rangkaian bencana alam dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB secara tegas mengimbau masyarakat luas serta seluruh elemen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Masyarakat diminta mewaspadai berbagai potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di wilayahnya masing-masing.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama, warga diimbau untuk tidak panik dan segera melakukan evakuasi mandiri menuju jalur evakuasi yang aman. Selain itu, warga dilarang keras berteduh atau mendekati pohon besar serta struktur bangunan yang rapuh, seperti papan reklame, guna menghindari risiko tertimpa material yang berpotensi roboh saat diterjang angin kencang.

(*Red)