“Kalau hipertensi ini, penyembuhannya satu, dia harus cek rutin tekanan darahnya, kemudian harus minum obat dan harus mengubah perilaku hidupnya. Jadi kita konsultasikan tentang gizinya, bagaimana cara dietnya, kemudian kita ajak untuk berolahraga, harus rutin,” katanya.
Upaya serius untuk mencegah penyakit hipertensi ini tidak lepas dari data akumulatif puskesmas se-Kota Pontianak pada tahun 2025 lalu.
Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 54.409 kasus darah tinggi esensial telah ditangani oleh tenaga medis, menjadikan hipertensi sebagai penyakit penyumbang pasien terbanyak di fasilitas layanan kesehatan primer.
Baca Juga: Tinjau Dua Puskesmas Baru, Wali Kota Edi Kamtono Pastikan Layanan Kesehatan Lebih Nyaman
Melihat besarnya angka tersebut, pihak Dinas Kesehatan akan terus mengintensifkan program edukasi kesehatan secara masif.
Warga dituntut untuk disiplin dalam mengendalikan konsumsi garam, menghindari stres berlebihan, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta rutin melakukan aktivitas fisik agar tekanan darah tetap berada di ambang batas normal.
(*Red)
















