Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menjaga kesehatan tubuh memerlukan kepekaan dalam mengenali sinyal-sinyal yang diberikan oleh organ dalam kita.
Sering kali, seseorang merasa tidak enak badan namun bingung menentukan apa yang sebenarnya terjadi.
Dua kondisi yang kerap disalahpahami oleh masyarakat awam adalah kurang gula (hypoglycemia) dan serangan asam urat (gout).
Meskipun keduanya sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat, akar masalah dan gejala yang muncul sangatlah berbeda.
Baca Juga: 6 Sayur Pantangan Asam Urat Ini Kerap Ada di Meja Makan
Berikut adalah panduan cara membedakan kurang gula dan asam urat agar Anda tidak salah dalam melakukan penanganan pertama:
1. Kenali Lokasi Munculnya Gejala
Perbedaan paling mencolok terletak pada titik pusat keluhannya.
Kurang gula menyerang sistem saraf pusat dan seluruh tubuh secara sistemik.
Gejalanya meliputi pusing, gemetar, hingga keringat dingin di sekujur tubuh.
Sebaliknya, asam urat adalah masalah peradangan pada sendi.
Gejalanya sangat terlokalisasi, biasanya menyerang pangkal ibu jari kaki, pergelangan kaki, atau lutut dengan rasa nyeri yang tajam.
2. Rasakan Sensasi Nyerinya
Jika Anda merasa nyeri yang berdenyut, panas, dan membengkak pada area sendi tertentu hingga tidak bisa disentuh, itu adalah tanda kuat asam urat. Sementara itu, kurang gula tidak menimbulkan nyeri sendi.
Orang yang kurang gula akan merasakan sensasi “kosong” di perut, otot lemas, jantung berdebar (palpitation), dan perasaan melayang atau pandangan kabur.
3. Perhatikan Waktu Kejadian
Kurang gula biasanya terjadi saat Anda melewatkan waktu makan, setelah olahraga berat, atau saat mengonsumsi obat tertentu tanpa asupan karbohidrat yang cukup.
Reaksinya muncul secara mendadak saat tubuh kehabisan energi. Sedangkan serangan asam urat sering kali muncul secara tiba-tiba di malam hari atau subuh, sering kali dipicu setelah mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan atau makanan laut.
















