Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kehadiran kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin memberikan pilihan baru bagi konsumen selain kendaraan konvensional berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM).
Perbandingan biaya operasional antara keduanya menjadi faktor penentu utama bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi harian.
Data teknis menunjukkan efisiensi konsumsi energi yang berbeda antara mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) dan motor listrik.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Cara Tentukan Oktan BBM Mesinmu
Mobil bensin rata-rata menempuh jarak 10 hingga 12 kilometer per liter BBM. Sementara itu, mobil listrik mampu menempuh jarak sekitar 7 kilometer untuk setiap 1 kilowatt-hour (kWh) daya baterai.
Dengan harga listrik per kWh yang lebih rendah daripada harga satu liter BBM, biaya per kilometer kendaraan listrik tercatat lebih ekonomis.
Biaya Perawatan Berkala Mesin
Kendaraan BBM memerlukan perawatan rutin yang lebih kompleks karena memiliki lebih banyak komponen bergerak.
Pemilik harus mengganti oli mesin, filter udara, busi, hingga sabuk penggerak (belt) secara berkala. Sebaliknya, kendaraan listrik memiliki komponen mekanis yang jauh lebih sedikit.
Mesin EV tidak memerlukan penggantian oli mesin atau pembersihan sistem pembuangan, sehingga biaya servis jangka panjang cenderung lebih rendah.















