“Dengan menurunkan ambang batas ini, kami membuka potensi penghasilan lebih awal dari sebelumnya,” tulis YouTube dalam pengumuman resminya.
Jangkauan Lebih Luas Hingga ke Layar TV
Tidak hanya tersedia di aplikasi ponsel, fitur rekomendasi produk ini kini juga dapat diakses melalui platform YouTube di TV. Hal ini diprediksi akan memperluas interaksi antara penonton dan produk yang dipromosikan, mengingat jangkauan penonton layar lebar yang terus tumbuh.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022, YouTube terus melakukan penyesuaian aturan. Dari yang awalnya hanya bisa diakses oleh kreator besar dengan puluhan ribu pengikut, kini ambang batas terus diturunkan secara bertahap hingga menyentuh angka ratusan saja.
Baca Juga: PP Tunas Resmi Berlaku 28 Maret 2026: TikTok, X, dan Bigo Live Mulai Blokir Akun Anak di Bawah Umur
Sudah Tersedia di Indonesia
Kabar baiknya, kemudahan program Shopping Affiliate ini sudah bisa dinikmati oleh kreator di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain Indonesia, pasar besar lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan India juga telah mengimplementasikan kebijakan serupa.
Langkah ini dinilai sebagai upaya YouTube untuk menjaga loyalitas kreator kecil agar tetap produktif dan mampu membangun fondasi komunitas yang kuat melalui rekomendasi produk yang relevan bagi penonton mereka.
(*Drw)
















