“Kondisi kedua korban saat ini sudah mulai membaik, namun masih perlu waktu untuk pemulihan karena beberapa bagian tubuh merasakan kesemutan dan nyeri akibat efek sambaran petir,” jelas dr. Rina Susanti.
Menindaklanjuti insiden warga tersambar petir di Ketapang ini, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang langsung mengeluarkan imbauan keselamatan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Tewas Tersambar Petir, Seorang Ibu Rumah Tangga di Kubu Raya Alami Luka di Kepala
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Indra Wijaya, meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem.
“Hindari berada di tempat terbuka seperti tepi sungai, lapangan terbuka, atau dekat dengan pohon tinggi ketika cuaca mendung atau terjadi badai petir,” tegas dr. Indra Wijaya.
Pihaknya mengingatkan bahwa sambaran petir dapat terjadi kapan saja dan secara tiba-tiba, terutama di daerah terbuka yang minim tempat berlindung.
Masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat berlindung yang aman jika melihat tanda-tanda awan gelap, mendengar guntur, atau merasakan tiupan angin kencang.
(*Red)
















