Faktakalbar.id, KETAPANG – Satu orang tewas dan dua lainnya harus mendapatkan perawatan medis secara intensif akibat insiden warga tersambar petir di Ketapang.
Peristiwa nahas tersebut menimpa sekelompok warga yang tengah memancing ikan di tepi Sungai Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, pada hari Minggu (29/3/2026) sore.
Baca Juga: Warga Desa Sentebang Meninggal Dunia Usai Tersambar Petir Saat Panen Padi
Kapolsek Nanga Tayap, AKP Joko Susilo, membenarkan adanya insiden maut yang merenggut korban jiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 15.45 WIB saat kondisi cuaca di lokasi mulai memburuk, ditandai dengan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang.
Total terdapat empat orang warga yang sedang berada di lokasi kejadian, yakni Sutrisno (52), Junaidi (45), Siti Aminah (41), dan Ruslan (50).
“Benar, ada empat orang yang sedang memancing di tepi sungai ketika sambaran petir menerjang. Saat ditemukan oleh warga sekitar, satu orang sudah tidak bernapas lagi,” kata AKP Joko Susilo saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu malam.
Identitas korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian diketahui bernama Sutrisno, warga yang berdomisili di Jalan Raya Nanga Tayap Nomor 12. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan dan diantar ke rumah duka keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan adat istiadat setempat.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Junaidi dan Siti Aminah, dilaporkan selamat meski mengalami luka akibat efek sengatan arus listrik alam tersebut.
Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Nanga Tayap untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ketapang guna penanganan lebih lanjut.
Salah satu korban selamat, Junaidi, menceritakan detik-detik mengerikan saat kilat menyambar kelompok pemancing tersebut.
“Saat itu kami sedang menikmati waktu bersama, memasang umpan dan menunggu ikan menggigit. Tiba-tiba terdengar guntur yang sangat keras, lalu saya melihat kilat menyambar langsung ke arah kita,” ungkap Junaidi yang kini terbaring di RSUD Ketapang.
Dokter yang menangani korban di RSUD Ketapang, dr. Rina Susanti, menyebutkan bahwa kondisi fisik kedua pasien mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
















