5. Beternak Domba atau Kambing
Anda bisa merintis usaha ternak kambing skala kecil dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.
Peternak biasanya memanen keuntungan besar menjelang hari raya kurban. Anda bisa menekan biaya pakan dengan memanfaatkan rumput liar atau limbah sayuran dari pasar tradisional.
6. Memelihara Burung Puyuh
Burung puyuh memiliki siklus reproduksi yang sangat cepat. Unggas mungil ini mulai memproduksi telur dalam waktu yang sangat singkat.
Modal awal untuk membuat kandang puyuh jauh lebih murah ketimbang kandang ayam petelur. Anda juga bisa menjual kotoran puyuh sebagai pupuk organik kepada para petani.
7. Mengembangbiakkan Jangkrik
Banyak orang meremehkan usaha ternak jangkrik padahal pasarnya sangat luar biasa. Para pecinta burung berkicau dan penggemar ikan hias selalu mencari jangkrik setiap hari.
Siklus hidup jangkrik yang hanya sekitar tiga puluh hari membuat Anda bisa memanen uang dengan sangat cepat.
8. Membangun Sistem Aquaponik
Konsep aquaponik menggabungkan budidaya ikan dan sayuran dalam satu siklus air yang sama.
Kotoran ikan akan menyuburkan tanaman, sementara akar tanaman akan menyaring air menjadi bersih kembali untuk ikan.
Sistem modern ini sangat cocok bagi lulusan baru yang menyukai teknologi pertanian praktis.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pakan Ternak! Ini 5 Manfaat Ilmiah Rumput Gajah bagi Ekonomi dan Lingkungan
9. Membudidayakan Cacing Sutra
Para pemilik pembenihan ikan sangat bergantung pada cacing sutra sebagai pakan utama larva ikan.
Anda bisa membudidayakan cacing sutra menggunakan nampan plastik bersusun sehingga sangat menghemat tempat. Anda sudah bisa memanen hasilnya hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.
(*Sr)











