Faktakalbar.id, CILACAP – Fenomena cuaca ekstrem di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, memorak-porandakan puluhan bangunan di wilayah perdesaan pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Hujan deras yang disertai tiupan angin kencang secara tiba-tiba menyapu kawasan permukiman dan menyebabkan kerusakan material yang signifikan pada atap rumah warga serta fasilitas usaha.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang OKU Selatan, Tujuh Rumah Warga Rusak Berat
Berdasarkan laporan kebencanaan yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (30/3/2026), amukan angin kencang tersebut melanda dua wilayah kecamatan sekaligus secara bersamaan.
Daerah yang terdampak meliputi Desa Bojongsari yang berada di Kecamatan Kedungreja, serta wilayah Desa Panikel yang berlokasi di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
Tingginya intensitas hujan yang disertai pusaran angin kencang membuat struktur bagian atas bangunan warga tidak mampu menahan beban angin. Tercatat, bencana alam ini berdampak pada 21 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di dua desa tersebut.
Dari hasil pendataan kerusakan di lapangan, sebanyak 18 unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak ringan, dan satu unit rumah warga mengalami rusak sedang. Selain tempat tinggal, angin kencang ini juga menghancurkan tempat usaha warga, di mana dua unit rumah makan di kawasan tersebut dikonfirmasi mengalami rusak berat karena atap dan kerangka bangunannya tersapu angin.
Pasca-kejadian, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap langsung diterjunkan untuk melakukan kaji cepat (asesmen) di lapangan. Petugas berkoordinasi lintas instansi dengan unsur TNI, Polri, dan pemerintah desa guna mempercepat pembersihan puing-puing bangunan serta memberikan penanganan darurat bagi warga terdampak.
















