Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah, Warga Sempat Dievakuasi

Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Tapian Nauli dan Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara (28/3). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Tapian Nauli dan Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara (28/3). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, TAPANULI TENGAH – Bencana banjir di Tapanuli Tengah menerjang sejumlah kawasan permukiman warga pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Sumatera Utara sejak sore hari memicu luapan air yang merendam sedikitnya 400 rumah Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan.

Baca Juga: Akhir Pekan Dihantam Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (30/3/2026) pagi, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tapian Nauli II di Kecamatan Tapian Nauli, serta Kelurahan Pondok Batu dan Kelurahan Pasir Bidang yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tingginya curah hujan memicu debit air naik dengan cepat dan merendam kawasan padat penduduk. Tercatat, ketinggian muka air yang merendam ratusan rumah warga tersebut bervariasi, yakni berada pada kisaran 10 hingga 20 sentimeter dari permukaan jalan.

Merespons kejadian darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama unsur terkait langsung terjun ke lapangan. Petugas gabungan melakukan asesmen dan pendataan menyeluruh di lokasi terdampak, serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah kecamatan dan perangkat desa setempat guna memastikan keselamatan warga.

Menurut laporan terkini yang diterima pada hari Minggu (29/3/2026), kondisi banjir telah berangsur surut. Warga yang sebelumnya sempat mengamankan diri kini sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan material sisa genangan air.