Sekolah Usai Libur Lebaran, Disdikbud Pastikan Pembelajaran Tatap Muka di Singkawang Kembali Normal

Ilustrasi – Aktivitas pembelajaran siswa-siswi di sekolah. SPMB 2025 Pontianak hadir dengan skema baru, termasuk tes masuk jalur prestasi dan penyesuaian kuota afirmasi dan domisili di tingkat SD dan SMP. Dok. HO/Faktakalbar.id
Ilustrasi – Aktivitas pembelajaran siswa. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka di Singkawang pada seluruh jenjang satuan pendidikan akan kembali dilaksanakan secara normal.

Proses belajar mengajar secara langsung di sekolah ini dijadwalkan dimulai pada Senin, 30 Maret 2026, tepat setelah berakhirnya masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan rangkaian cuti bersama nasional.

Baca Juga: Ini 4 Hal yang Kurang Pas Jika Sekolah Diadakan Daring

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, secara resmi menegaskan bahwa instansinya tidak mengeluarkan kebijakan penerapan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dalam periode awal masuk sekolah pasca-Lebaran tersebut.

Seluruh sekolah di wilayah administrasi Kota Singkawang diinstruksikan untuk langsung menyelenggarakan proses belajar mengajar secara tatap muka di dalam kelas seperti hari efektif biasa.

“Pelaksanaan pembelajaran di Kota Singkawang tetap dilaksanakan secara tatap muka. Tidak ada pembelajaran daring. Hal ini kami sampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata Asmadi dalam keterangan resminya pada Sabtu (28/3/2026).

Asmadi menjelaskan secara rinci bahwa ketetapan untuk segera menggelar pembelajaran tatap muka di Singkawang tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Singkawang terus berupaya mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, terukur, dan merata bagi seluruh peserta didik pasca-libur panjang hari raya.

Lebih lanjut, selain mengatur metode belajar bagi para siswa, Asmadi juga menyampaikan aturan kedisiplinan yang mengikat para aparatur pendidikan.