Kabut Asap Kiriman Kepung Kota, Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat

Hasil alat pemantau kualitas udara menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kategori tidak sehat.
Hasil alat pemantau kualitas udara menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kategori tidak sehat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya mulai memberikan dampak serius bagi daerah sekitarnya.

Imbasnya, kabut asap tebal kini menyelimuti wilayah ibu kota provinsi, sehingga kualitas udara Pontianak tidak sehat pada Minggu (29/3/2026) pagi.

Baca Juga: Antisipasi Karhutla Sejak Dini, Pemkab Kubu Raya Perkuat Koordinasi Terpadu

Berdasarkan hasil pengukuran instrumen pemantauan kualitas udara yang dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada pukul 08.00 WIB secara resmi tercatat berada pada kategori Tidak Sehat.

Penurunan kualitas udara ini berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan penjelasan resmi terkait fenomena pekatnya udara kota saat ini.

Ia menegaskan bahwa sumber utama kabut asap yang mengepung langit kota bukanlah berasal dari titik api di dalam batas wilayah Pontianak, melainkan murni asap kiriman dari kawasan aglomerasi di sekitarnya.

Ia membenarkan bahwa sempat terjadi kebakaran lahan di dalam wilayah kota pada hari sebelumnya, tepatnya di ujung Jalan Purnama yang berbatasan langsung dengan teritori Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Tetapkan Status Siaga Karhutla

Namun, titik api tersebut telah berhasil dipadamkan oleh petugas. Meskipun demikian, arah angin yang bertiup membawa sisa asap dari wilayah tetangga masuk secara masif ke wilayah udara Kota Pontianak.