Akhir Pekan Dihantam Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Sabtu (28/3) pukul 11.30 WITA. (Sumber foto: BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Sabtu (28/3) pukul 11.30 WITA. (Dok: BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara)

Baca Juga: Karhutla Landa Simalungun, Empat Hektare Lahan di Gunung Maligas Hangus Terbakar

Terkait bencana hidrometeorologi kering, BNPB melaporkan terjadinya karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (28/3/2026) pukul 11.30 WITA. Lahan seluas dua hektare di Desa Tanjung Limau ludes terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Karhutla juga menghanguskan enam hektare lahan gambut di Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Jumat (27/3/2026). Penyebab pasti kebakaran di Tarakan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Menyikapi tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia tersebut, BNPB mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Langkah mitigasi dapat dilakukan dengan memangkas dahan pohon yang rimbun, memperkuat struktur atap rumah, serta membersihkan saluran air dari sumbatan.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman jika terjadi hujan lebat berdurasi lebih dari satu jam yang memicu peningkatan debit air sungai.

(*Red)