3. Terlalu Berlebihan Menawarkan Bantuan
Pernahkah Anda merasa kebaikan seseorang terlalu berlebihan atau terkesan dibuat-buat sejak awal pertemuan? Insting manusia umumnya sangat peka mendeteksi kebaikan yang terasa dipaksakan.
Orang semacam ini biasanya tidak benar-benar tertarik membangun hubungan emosional dengan Anda. Mereka hanya sibuk merangkai citra baik untuk memuluskan agenda pribadi.
4. Sinis Melihat Kebahagiaan Orang Lain
Orang yang memalsukan kebaikannya akan sangat tersiksa ketika melihat orang lain sukses. Saat Anda membagikan kabar bahagia, mereka mungkin akan mengucapkan selamat, namun dengan nada suara yang sumbang atau menyisipkan kalimat meremehkan.
Baca Juga: Jaga Etika Silaturahmi! Inilah 4 Larangan Saat Lebaran yang Wajib Diperhatikan
Antusiasme palsu ini sangat berbeda dengan reaksi orang berhati tulus yang kebahagiaannya akan memancar secara natural saat melihat temannya berhasil.
5. Selalu Menghitung Untung Rugi
Orang berpura-pura baik selalu menggunakan kacamata bisnis dalam hubungan sosialnya. Mereka memegang prinsip transaksional, di mana setiap bantuan atau perhatian yang mereka berikan wajib mendapatkan imbalan atau balasan yang setimpal.
Mereka rela menjadikan hal sederhana tanpa syarat sebagai alat penagih utang budi untuk memeras Anda di kemudian hari.
(*Sr)
















