Terasa Sangat Terik, Ini Alasan Kenapa Tetap Ada Hujan Saat Kekeringan El Nino di Katulistiwa

"Benarkah El Nino bikin kering total? Simak penjelasan mengapa wilayah katulistiwa tetap mengalami hujan meski di tengah kekeringan El Nino yang ekstrem."
Benarkah El Nino bikin kering total? Simak penjelasan mengapa wilayah katulistiwa tetap mengalami hujan meski di tengah kekeringan El Nino yang ekstrem. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Fenomena El Nino selalu menjadi perbincangan hangat setiap kali musim kemarau tiba di Indonesia.

Sebagai negara yang terletak tepat di garis katulistiwa, dampak fenomena suhu muka laut ini sangat terasa pada pola cuaca harian kita.

Namun, sering kali muncul anomali yang membingungkan: mengapa di tengah laporan kekeringan ekstrem dan cuaca terik, tiba-tiba hujan deras bisa turun mengguyur?

Memahami dinamika cuaca di wilayah tropis memang memerlukan sudut pandang yang lebih luas.

Baca Juga: Hadapi El Nino April, BPBD Kota Pontianak Fokus Cegah Munculnya Titik Api

Berikut adalah penjelasan mengenai seberapa besar pengaruh El Nino dan alasan di balik munculnya hujan “dadakan” saat kekeringan:

Seberapa Besar Pengaruh El Nino di Katulistiwa?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.

Bagi Indonesia, hal ini berarti berkurangnya massa uap air yang biasanya berkumpul di wilayah kita.

Dampaknya sangat signifikan, mulai dari mundurnya awal musim kemarau, durasi kekeringan yang lebih panjang, hingga berkurangnya curah hujan secara drastis.

Di wilayah katulistiwa, El Nino memicu penurunan kelembapan udara secara umum.

Hal ini menyebabkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat tajam karena vegetasi yang mengering dan sumber air yang menyusut.