Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menghadiri pesta pernikahan atau kondangan di Indonesia memiliki etika tidak tertulis yang sangat dijaga oleh masyarakat.
Salah satu aturan yang paling sering terdengar adalah larangan bagi tamu undangan untuk mengenakan pakaian berwarna putih.
Meskipun tidak ada hukum formal yang melarang, mengenakan baju putih ke pernikahan orang lain sering kali dianggap sebagai kekeliruan mode atau fashion faux pas.
Aturan ini sebenarnya bukan bertujuan untuk membatasi kebebasan bergaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan sakralnya sebuah acara.
Baca Juga:Â Pesona Budaya! 5 Tradisi Unik Pernikahan di Kalbar yang Sarat Makna
Berikut adalah beberapa alasan kenapa Indonesia secara tidak tertulis melarang tamu undangan datang menggunakan baju putih:
1. Menjaga Sorotan Utama pada Pengantin
Pernikahan adalah hari istimewa bagi kedua mempelai.
Di Indonesia, warna putih sering dipilih oleh pengantin wanita sebagai simbol kesucian, terutama saat prosesi akad nikah atau pemberkatan.
Jika tamu undangan hadir dengan gaun atau kebaya putih yang mencolok, hal ini dikhawatirkan akan memecah perhatian tamu lain.
Membiarkan pengantin menjadi satu-satunya orang yang mengenakan warna putih adalah bentuk respect agar mereka tetap menjadi pusat perhatian sepanjang acara.
2. Menghindari Kemiripan dengan Busana Mempelai
Beberapa konsep pernikahan modern di Indonesia mengusung tema minimalis dengan busana pengantin yang simpel.
Jika seorang tamu mengenakan pakaian putih yang terlalu elegan atau mewah, ada risiko tamu tersebut dikira sebagai mempelai wanita oleh kerabat yang tidak terlalu mengenal dekat.
Hal ini tentu akan menciptakan momen canggung (awkward moment) bagi tamu maupun sang pemilik acara.
















